Panduan Git Workflow

Kategori: Lainnya

Panduan Git & Kolaborasi MWT

Untuk mencegah konflik source code dan mempermudah pelacakan perbaikan fitur, seluruh developer MWT wajib mematuhi standar Git Workflow berikut ini.

1. Konvensi Pesan Commit (Conventional Commits)

Pesan commit tidak boleh asal-asalan (Contoh salah: "perbaikan dikit", "fix error", "update file"). Gunakan awalan standar agar pesan mudah dibaca.

  • feat: -> Untuk penambahan fitur baru. (Contoh: feat: tambah modul login admin)
  • fix: -> Untuk perbaikan bug. (Contoh: fix: atasi error cetak pdf pada invoice)
  • docs: -> Untuk perubahan dokumentasi. (Contoh: docs: perbarui panduan instalasi readme)
  • style: -> Untuk perubahan desain, warna, spasi (tanpa mengubah logika). (Contoh: style: rapikan margin tombol submit)
  • refactor: -> Untuk merapikan kode tanpa menambah fitur atau memperbaiki bug. (Contoh: refactor: pecah controller menjadi service class)
  • chore: -> Untuk perubahan konfigurasi sistem/build. (Contoh: chore: update versi laravel ke 12)

2. Strategi Branching (Percabangan)

Dilarang keras melakukan commit dan push secara langsung ke branch main atau master.

  • main: Kode stabil yang ada di tahap Production (Live).
  • staging: Kode untuk tahap pengujian (Testing/QA).
  • feature/nama-fitur: Buat branch ini jika Anda mengerjakan fitur baru. (Contoh: feature/laporan-keuangan)
  • bugfix/nama-bug: Buat branch ini jika Anda memperbaiki bug dari tiket Jira/Trello. (Contoh: bugfix/login-gagal)

Alur Kerja Standar:

  1. Anda berada di branch main.
  2. Lakukan git pull origin main.
  3. Buat branch baru: git checkout -b feature/nama-fitur-anda.
  4. Lakukan koding, lalu commit sesuai konvensi.
  5. Push ke repo: git push origin feature/nama-fitur-anda.
  6. Buat Pull Request (PR) untuk digabung (merge) ke staging terlebih dahulu.